Rabu, 26 Juni 2019

Tablet Huawei Dtab test game PUBG mobile & Asphalt 9

| Rabu, 26 Juni 2019 | 0 komentar

Test memainkan beberapa game di 2019 ini pada Tablet Huawei DTab d-02H Docomo, yaitu: PUBG mobile, Asphalt 9 Legends, Guns of Boom, dan Angry Birds GO!. Saya membeli Tablet Huawei ini pada bulan Mei 2019 dalam kondisi bekas di marketplace online lokal Tokopedia, seharga Rp.900000 (kalau dikonversi dalam Dollar sekitar $ 63 USD). walaupun bekas tapi kondisi body masih mulus, solid dan berfungsi normal. kalau anda berminat membeli bisa cari sendiri barangnya di Tokopedia atau Bukalapak.

spesifikasi:
SoC Kirin 930 Hi3635
RAM 2048 MB
ROM 16 GB
4G LTE
OS Android 5.1 Lollipop
kapasitas baterai 4650 mAh
speaker stereo (Harman Kardon)
Layar LCD TN-TFT 8 inci 1920x1200

hasil tes menunjukkan:
  • Asphalt 9 Legends, pengaturan grafis high quality, terjadi micro stuttering di beberapa adegan
  • PUBG mobile, hanya dapat mencapai pengaturan grafis di Balanced Medium
  • Guns of Boom tidak ada masalah untuk dimainkan
  • Angry Birds GO! tidak ada masalah untuk dimainkan

untuk sebagian besar pengguna game biasa atau casual, saya pikir tablet ini akan bekerja dengan baik dan tiada masalah berarti, tablet ini tidak dianjurkan untuk hardcore gamer Android.

untuk lebih jelasnya bisa cek video Youtube saya berikut ini:

Secara umum Tablet Huawei Dtab Docomo bekas dengan harga 900rb an Rupiah ini layak diperhitungkan, dengan layar berukuran 8 inch dan bobot yang tidak terlalu berat, cocok untuk digunakan membaca web berita online maupun membaca file PDF disaat bersantai di rumah. untuk kegiatan game juga sudah cukup lumayan, walau bekas performa baterai masih dirasa cukup bagus, saya menggunakannya di tempat wifian outdoor dengan kegiatan download dan streaming Youtube yang intens, baterainya bisa tahan sekitar 6 jam lebih dengan catatan kondisi tanpa SIM card atau wifi only. main game Asphalt 9 selama 15 menitan dan baterai cuma berkurang sekitar 6% saja (wifi only).

Readmore..

Rabu, 11 Oktober 2017

Mengenal Prosesor Intel Atom x5-Z8350 & Intel HD Graphics (Cherry Trail)

| Rabu, 11 Oktober 2017 | 0 komentar

Prosesor Intel Atom x5-Z8350 adalah SoC quad-core yang hemat daya untuk perangkat Windows dan Android (tablet dan convertible), kecepatan clock di 1,44 sampai 1,92 GHz dan merupakan bagian dari platform Cherry Trail. Berkat proses low-power baru 14 nanometer (P1273) dengan transistor tri-gate, efisiensi energi telah meningkat secara signifikan dari pendahulunya Bay Trail-T (mis., Atom Z3795). Selain inti CPU, SoC menawarkan kemampuan GPU dengan DirectX 11.2 serta LPDDR3 Memory Controller (2x 64 bit, 25,6 GB/s).


Inti prosesor didasarkan pada arsitektur Airmont, yang pada dasarnya merupakan penyusutan sedikit dari inti Silvermont sebelumnya. Sementara kinerja per clock belum diperbaiki, proses 14 nm yang lebih efisien menghasilkan utilisasi CPU Burst yang lebih baik (alias Turbo Boost) dan kinerja keseluruhan yang agak tinggi.

Dibandingkan dengan Atom x5-Z8500, Atom x5-Z8350 memiliki clock yang sedikit lebih rendah dan karenanya sekitar 10 persen lebih lambat. Namun, x5 masih mengalahkan banyak SOC berbasis ARM dan menawarkan kinerja yang serupa dengan Qualcomm Snapdragon 801. Dibandingkan dengan yang lebih tua x5-Z8300, Z8350 menawarkan clock boost 80 MHz yang lebih tinggi dan oleh karena itu memiliki kinerja yang sama. Lihat situs X5-Z8300 kami untuk mendapatkan tolok ukur yang terperinci.

Menggunakan Windows, chip ini cukup untuk tugas sehari-hari sederhana seperti browsing ringan atau Office, tapi tidak untuk software yang kompleks atau game modern. HD Graphics (Cherry Trail) didasarkan pada arsitektur Intel Gen8, yang mendukung DirectX 11.2 dan juga ditemukan dalam rangkaian Broadwell (misalnya HD Graphics 5300). Dengan 12 EUs (Execution Unit) dan kecepatan clock hingga 500 MHz, GPU secara signifikan lebih cepat seperti HD Graphics (Bay Trail) dan dapat menangani setidaknya beberapa game Windows lama dan kurang diminati dalam setting yang rendah, jadi bisa dibilang GPU ini adalah GPU kelas low end.

Performa GPU  Intel HD Graphics (Cherry Trail) ini kurang lebih selevel dengan GPU AMD Radeon HD6320, yang  termasuk GPU kelas low end. salah satu game PC yang cukup "enak" dimainkan di level ini adalah game Spintires...  game ini adalah game Offroad Simulator yang grafisnya cukup bagus, tanpa perlu menggunakan GPU kelas high end untuk memainkannya. silakan klik gambar di bawah untuk menyimak videonya di Youtube:


GPU juga mendukung akselerasi video 4K / H.265. Dibandingkan dengan ARM SoCs, HD Graphics ini menawarkan performa yang cukup bagus dan berada sedikit bawah level Qualcomm Adreno 330 atau PowerVR G6430. Konsumsi daya yang hemat, Seluruh SoC diberi nilai pada SDP 2 Watt, yang mengindikasikan TDP kurang dari 4 Watt. Dengan demikian, chip tersebut bisa digunakan pada tablet berpendingin pasif.


Readmore..

Jumat, 24 Maret 2017

Membuat Powerbank yang Simpel dan Tipis (Slim Design)

| Jumat, 24 Maret 2017 | 0 komentar

Bagaimana cara membuat Powerbank yang sederhana dan berdesain tipis? Powerbank yang tipis kini dapat dengan mudah dibuat dengan komponen yang mudah didapat saat ini.terdiri dari holder yang bisa dibuat sendiri, baterai smartphone yang berbentuk tipis, modul step-up converter USB 5 Volt, saklar mini, dan kabel tembaga solid. holder baterai dibuat dengan menyesuaikan ukurannya dengan ukuran baterai isi ulang smartphone Li-Ion yang berbentuk tipis.


komponen yang digunakan antara lain:

Step Up DC 0.9-5V To USB 5V 1200mA Charger Mobile Booster BB-10B
Rechargeable Li-Ion 2250mAh
kabel tembaga solid
baterai holder yang dibuat sendiri
DPDT Miniatur Slide Switch On-Off

proyek powerbank sederhana ini sudah saya ujicoba untuk mengisi ulang beberapa smartphone:
Test 1, Sony Ericsson Aspen (1500mAh), +/- 15 menit pengisian, Hasil: 66% ke 99%
Test 2, Lenovo Vibe K4 Note (3300mAh), +/- 15 menit pengisian, Hasil: 22% ke 31%
Test 3, Asus Zenfone 4 T001 (1600mAh), +/- 15 menit pengisian, Hasil: 69% ke 78%

supaya lebih jelas silakan untuk melihat videonya di Youtube, klik pada gambar di bawah ini:


Catatan: semua smartphone yang di test dimatikan sebelum pengisian.
Anda dapat mengikuti tips ini, jika Anda berminat untuk mencoba proyek powerbank ini:
jika modul USB menghasilkan banyak panas, sebaiknya diberi heatsink sebagai peredam panas.panas berlebihan pada modul converter bisa memperpendek masa pakainya.karena powerbank ini punya desain yang sederhana, maka akan punya kekurangan apabila dibanding Power Bank yang biasa dijual di pasaran.
untuk desain yang lebih bagus, perlu untuk mengganti modul converter dengan menggunakan modul board Powerbank dan gunakan baterai untuk Powerbank dengan kapasitas yang besar, disarankan 3000 mAh keatas.

Readmore..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright 2010. XPandro-id.blogspot.com . All rights reserved | XPandro-id.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com